Joko juga berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Dusun Barona dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Di sisi lain, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut agar pemerataan pembangunan dapat terus ditingkatkan.
Pembangunan jalan secara swadaya dengan menggunakan sumber dana dari SDA ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, warga Dusun Barona mampu mewujudkan pembangunan yang diharapkan memberikan manfaat.
“Kami sangat merasakan manfaat dari hasil alam yang mereka perdaya kan untuk membangun infrastruktur jalan, dan ini merupakan impian semua warga disini karena jalan bagus terwujud, sehingga tidak ada lagi warga susah angkut hasil alam maupun membawa orang sakit”, kata Joko.
Lebih lanjut Joko mengungkapkan meski wilayahnya dekat dengan pusat pemerintahan, namun tidak pernah ada pembangunan yang diberikan oleh pemerintah, sehingga jika atas inisiatif warga dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk membangun, agar tidak dijadikan alasan untuk menghakimi.
“Kampung kami dekat pusat pemerintahan, namun tidak ada inisiatif pemda membangun jalan kami, namun ketikan kami manfaatkan hasil alam, lalu kami dianggap merusak, mencemari mampu lainya. Padahal sebelum ada hal ini, sudah banyak perkebunan yang limbahnya mengaliri air kami”. Pungkasnya.
Pembangunan jalan ini murni menggunakan dana swadaya masyarakat. Kami bergotong royong karena ingin memiliki akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Semoga jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Joko.








