“Infrastruktur ini merupakan pusat mengerakan roda ekonomi, maupun membantu akses mempermudah membawa masyarakat sakit ketika ingin berobat ke RSUD, yang malu itu, atas nama Pokok Pikiran (pokir) untuk kepentingan pribadi atau kepentingan satu kelompok saja, yang asas manfaat tidak dirasakan oleh masyarakat luas”, terang, Ketua DPW Satria Borneo Raya Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Anton.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Diakhir, Ketua DPW Satria Borneo Raya Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Anton meminta agar semua pihak dapat selektif dalam memberikan informasi untuk masyarakat luas, karena tidak semua hal harus dilihat satu sisi saja, namun harus dilihat dari sisi lain.

“Sebagai pemberi informasi, harusnya lebih selektif lagi, karena tidak semua yang salah lalu dianggap fatal, jika masyarakat sendiri yang memanfaatkan hasil alamnya kenapa harus disalahkan, harusnya didukung, karena anda sendiri penikmat pokir yg merugikan masyarakat luas”, pungkasnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Dusun Barona, Joko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama demi memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat.

“Pembangunan jalan ini murni menggunakan dana swadaya masyarakat. Kami bergotong royong karena ingin memiliki akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Semoga jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Joko.

Menurutnya, keberadaan jalan yang layak akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung aktivitas pendidikan maupun perekonomian masyarakat.

Halaman:
1 2 3