Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Barat menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan analisis cuaca terbaru per 26 Mei 2026 yang menuntut masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap fluktuasi cuaca ekstrem.

Data prakiraan menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi terjadi pada 26, 29, dan 30 Mei 2026.

Peningkatan curah hujan ini menjadi perhatian serius bagi sektor-sektor yang beraktivitas di luar ruangan dan memerlukan perencanaan matang.

Selain curah hujan, BMKG juga menyoroti pemantauan titik panas atau hotspot.

Laporan per 25 Mei 2026 mendeteksi tujuh titik panas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sambas.

Meskipun indeks potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini masih dalam kategori aman, masyarakat tetap diminta waspada.

BMKG memprediksi adanya peningkatan risiko karhutla pada periode 29 Mei hingga 1 Juni 2026.

Di sisi lain, kondisi atmosfer secara umum masih mendukung kelancaran operasional transportasi.

Jarak pandang terpantau berada di atas 1000 meter, yang berarti sangat kondusif untuk perjalanan darat maupun operasional penerbangan.

Kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 di wilayah Kalimantan Barat juga terpantau dalam kondisi baik hingga sedang.

Meskipun relatif aman, masyarakat tetap diimbau memantau kualitas udara melalui kanal resmi jika berencana melakukan aktivitas fisik intensif di luar ruangan.

Masyarakat diminta untuk tidak lengah dan terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi.

Data yang valid menjadi kunci utama untuk merencanakan mobilitas secara aman di tengah ketidakpastian cuaca.

Untuk informasi selengkapnya dan pembaruan cuaca secara real-time, masyarakat dapat mengakses laman resmi [https://kalbar.bmkg.go.id](https://kalbar.bmkg.go.id) atau melalui aplikasi InfoBMKG.***