Penghargaan tersebut diberikan setelah Sintang mencatat capaian sebanyak 1.420 data nama rupabumi yang berhasil dihimpun.
Meski demikian, ia mengakui persebaran data nama rupabumi di Sintang masih belum merata di seluruh kecamatan, termasuk di Kecamatan Sungai Tebelian yang kini menjadi fokus percepatan pendataan.
“Jumlah nama rupabumi yang telah dikumpulkan dan diusulkan di Kecamatan Sungai Tebelian baru mencapai 299 objek,” jelasnya.
Data tersebut mencakup berbagai kategori toponim seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, peribadatan, pertahanan dan keamanan, perdagangan, olahraga, hingga pariwisata.
Supriyanto menyebut capaian itu masih berada di angka 11,82 persen dari target 2.530 objek nama rupabumi yang ditetapkan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk Kecamatan Sungai Tebelian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 objek nama rupabumi telah dibakukan dan masuk dalam gazeter nasional.
Target Pendataan Masih Besar
Secara keseluruhan, Kabupaten Sintang masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi target pendataan nama rupabumi.
Saat ini, capaian pendataan di Kabupaten Sintang disebut berada pada angka 5.864 objek dari target 72.153 objek nama rupabumi.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif surveyor desa dan OPD teknis guna mempercepat proses pengumpulan data.
“Pelaksanaan bimbingan teknis ini dilakukan untuk meningkatkan persebaran dan jumlah objek nama rupabumi di Kabupaten Sintang, khususnya di Kecamatan Sungai Tebelian,” kata Supriyanto.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas peserta sehingga target pendataan nama rupabumi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara bertahap.








