Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Setelah pukul 07.00, TPS harus kosong, bersih, tidak ada bau, tidak ada lalat. Itu yang ingin kami capai,” tegas birokrat wanita yang dikenal disiplin ini.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, mulai terlihat perubahan perilaku masyarakat yang cukup signifikan di sejumlah titik pembuangan sampah di pusat kota.

Beberapa lokasi yang sebelumnya dipenuhi tumpukan limbah pada pagi hari, kini terpantau mulai tampak lebih tertata dan bersih dari pemandangan kumuh.

“Beberapa lokasi TPS yang sebelumnya dipenuhi sampah pada pagi hari kini mulai tampak lebih tertata,” lanjut Siti Musrikah memberikan apresiasi atas perubahan perilaku warga.

Fenomena ini dipandang sebagai indikator awal bahwa pendekatan sosialisasi dan pengawasan mulai memberikan dampak positif meskipun masih membutuhkan konsistensi panjang.

Di sisi lain, Dra. Siti Musrikah, M.Si. turut mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari tingkat rumah tangga dengan melakukan pemilahan antara jenis organik dan anorganik.

Pihaknya berpendapat bahwa pengelolaan sampah berbasis rumah tangga merupakan solusi strategis untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir yang memiliki keterbatasan lahan.

“Kalau sampah tidak dikelola dari rumah, sebesar apa pun TPA tidak akan cukup. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, misalnya melalui biopori,” ujarnya memberikan solusi teknis.

Pentingnya pengembangan bank sampah juga menjadi sorotan sebagai upaya memberikan nilai ekonomi dari hasil pengelolaan limbah rumah tangga bagi masyarakat Sintang.

Jika masih ditemukan pelanggaran setelah tahap sosialisasi usai, maka penegakan aturan secara tegas akan melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja.

Birokrat wanita yang pernah menjabat sebagai camat Sintang ini menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi peraturan daerah yang harus ditegakkan demi kepentingan umum.

Pembenahan akan terus dilanjutkan tidak hanya pada tingkat TPS, tetapi juga menyentuh aspek pengelolaan di TPA sambil menunggu fasilitas baru yang lebih representatif.

Melalui langkah bertahap ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata di seluruh wilayah Kabupaten Sintang.***

Halaman:
1 2