KAPUAS7NET, Pontianak, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat mencatat bahwa curah hujan pada dasarian II (11–20 Mei 2025) di wilayah West Kalimantan umumnya berada di kategori menengah, berkisar antara 51–150 mm.
Namun, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di sebagian kecil Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu.
Sifat hujan di wilayah ini tergolong normal hingga bawah normal. Beberapa wilayah seperti Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Pontianak, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sambas, dan Landak mengalami hujan di atas normal.
Hari tanpa hujan (HTH) terpanjang mencapai lima hari, dengan kategori sangat pendek.
Titik terpantau berada di Kabupaten Ketapang, terutama di Muara Pawan dan Delta Pawan.
Kondisi Dinamika Atmosfer Masih Netral
Update climate outlook menunjukkan bahwa indeks ENSO berada di angka -0.01, artinya masih dalam fase netral dan diprediksi tetap bertahan hingga semester dua tahun 2025.
Indeks IOD juga berada di fase netral (+0.24), memperkuat stabilitas atmosfer.
Suhu muka laut di sekitar perairan Kalimantan Barat terpantau netral hingga sedikit lebih hangat dari normal.
Meski MJO belum aktif, diperkirakan akan bergerak ke fase 8 di akhir dasarian III Mei 2025. Anomali OLR menunjukkan nilai negatif hingga netral, dan angin timuran mulai mendominasi wilayah Indonesia.
Prediksi Musim Kemarau Dimulai Juni hingga Agustus 2025
BMKG memperkirakan awal musim kemarau di wilayah West Kalimantan akan dimulai pada:
1. Juni dasarian II: Ketapang bagian tengah dan selatan, Kayong Utara bagian pesisir barat, dan sebagian Kubu Raya bagian selatan.
2. Juli dasarian II: Ketapang bagian utara, Melawi barat dan selatan, serta Kayong Utara bagian timur.
3. Agustus dasarian II: Kayong Utara bagian barat dan sebagian Kubu Raya bagian selatan.
Peluang Curah Hujan Rendah di Dasarian III Mei 2025
BMKG memprediksi curah hujan pada dasarian III (21–31 Mei 2025) berada pada kisaran rendah hingga menengah (20–100 mm). Berikut rincian wilayah yang diperkirakan terdampak:
1. Curah hujan < 50 mm/dasarian, peluang >80%: Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah, dan Sekadau.
2. Curah hujan > 50 mm/dasarian, peluang >80%: Sebagian wilayah Melawi, Bengkayang, dan Singkawang.
4. Curah hujan > 100 mm/dasarian, peluang 40–50%: Sebagian wilayah Sintang.
Sifat hujan secara umum tetap dalam kategori normal hingga bawah normal.
Potensi Banjir dan Dampak terhadap Pertanian
BMKG menyatakan bahwa secara umum West Kalimantan berada pada tingkat potensi banjir rendah hingga aman. Area pertanaman padi di wilayah ini juga diprediksi aman dari risiko banjir.
Himbauan dan Rekomendasi dari BMKG
Masyarakat dan pihak terkait di Kalimantan Barat diminta mewaspadai penurunan ketersediaan air akibat curah hujan yang cenderung menurun, terutama di wilayah Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah, dan Sekadau.
BMKG Kalbar menyarankan agar para pemangku kepentingan tetap melakukan koordinasi dalam merencanakan kegiatan operasional, termasuk sektor pertanian dan sumber daya air. Informasi iklim akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru.
Informasi Kontak Resmi BMKG Kalbar
Untuk informasi lebih lanjut mengenai prospek iklim Kalimantan Barat, masyarakat dapat mengunjunginya, Instagram: [@infoiklimkalbar](https://instagram.com/infoiklimkalbar).








