Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak mengeluarkan analisis dan prospek cuaca terbaru untuk wilayah Kalimantan Barat periode 31 Mei hingga 6 Juni 2026.
Dalam laporan yang diperbarui pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG Kalbar mengingatkan masyarakat terhadap dua potensi cuaca yang perlu diwaspadai secara bersamaan.
Di satu sisi, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kondisi yang mempermudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di sisi lain, sejumlah daerah juga diprakirakan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang pada beberapa hari ke depan.
Peringatan dini BMKG Kalbar ini menjadi perhatian penting mengingat kondisi cuaca yang cenderung dinamis selama sepekan ke depan.
Potensi Karhutla Meningkat di Sebagian Besar Wilayah Kalbar

Ancaman karhutla menjadi salah satu fokus utama dalam prospek cuaca Kalbar pekan ini.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 30 Mei 2026, BMKG mendeteksi delapan titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat.
Sebanyak tiga titik panas terpantau di Kabupaten Melawi dan tiga titik lainnya berada di Kabupaten Ketapang.
Sementara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau masing-masing tercatat satu titik panas.
Seluruh hotspot tersebut berada pada tingkat kepercayaan menengah.
Peta prakiraan kemudahan terbakar menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat didominasi kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 6 Juni 2026, terutama di wilayah tengah dan selatan Kalimantan Barat.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena risiko penyebaran api menjadi lebih tinggi pada kondisi cuaca kering.
Hujan Sedang Diprakirakan Terjadi Mulai Awal Juni
Meski ancaman karhutla meningkat, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan sedang di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Potensi hujan sedang diprediksi terjadi pada 2, 3, 4, dan 6 Juni 2026.
Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kabupaten Kayong Utara, Ketapang, Sintang, Kubu Raya, dan Kota Pontianak.
Kayong Utara menjadi wilayah dengan potensi hujan sedang yang relatif lebih sering dibanding daerah lainnya selama periode prakiraan.
BMKG menilai kondisi ini menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang menyebabkan wilayah Kalimantan Barat mengalami periode kering dan basah secara bergantian dalam waktu yang relatif singkat.
Curah Hujan Terkini Didominasi Hujan Ringan
Berdasarkan analisis curah hujan 24 jam terakhir, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih didominasi hujan ringan dengan akumulasi antara 0,5 hingga 20 milimeter per hari.
Sementara hujan kategori sedang tercatat terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang.
BMKG tidak mencatat adanya hujan lebat, sangat lebat maupun hujan ekstrem selama periode pengamatan tersebut.
Kualitas Udara Umumnya Baik hingga Sedang
Pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi udara di Kalimantan Barat secara umum masih berada pada kategori baik hingga sedang.
Namun demikian, wilayah Jongkat, Kabupaten Mempawah, sempat mencatat konsentrasi partikulat PM2.5 maksimum harian sebesar 90,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 21.00 WIB tanggal 30 Mei 2026. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Meski demikian, rata-rata harian kualitas udara di lokasi tersebut masih berada dalam kategori sedang.
Sementara wilayah Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, masih berada pada kategori baik.
Jarak Pandang dan Kondisi Angin Relatif Aman








