Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika cuaca di Kalimantan Barat.
Berdasarkan update data per 29 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
BMKG mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah pada periode akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Analisis Dinamika Atmosfer
BMKG mencatat beberapa faktor yang memengaruhi cuaca di Kalimantan Barat saat ini:
Sirkulasi Siklonik: Terpantau pola siklonik (pusaran angin) di utara Borneo yang memicu konvergensi atau perlambatan kecepatan angin di wilayah Kalbar.
Kelembapan Udara: Kondisi lapisan udara atas yang basah mendukung terbentuknya awan-awan konvektif (awan hujan).
Indeks Cuaca Global: MJO aktif di fase 2 (Sumatera/Kalimantan) memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
Prospek Cuaca (29 – 30 Mei 2026)
Wilayah Kalimantan Barat diprakirakan mengalami aktivitas pembentukan awan hujan yang cukup intens.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi pada siang, sore, hingga malam hari.
Dampak yang perlu diantisipasi antara lain potensi genangan air, banjir, tanah longsor, dan angin kencang berdurasi singkat.
Potensi Kemudahan Terjadi Karhutla (29 Mei – 04 Juni 2026)








