Kapuas7.Net, Sekadau, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sekadau terus mendorong pengembangan sektor perkebunan rakyat berbasis potensi lokal sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu langkah yang kini mulai dikembangkan yakni budidaya kopi lokal di Kecamatan Sekadau Hulu.

Melansir laman sekadaukab.go.id, sebanyak 2.000 bibit Kopi Ansok dibagikan kepada kelompok tani di Desa Setawar dan Desa Mondi dalam kegiatan tanam perdana kopi yang digelar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Langkah Maju Setawar di kawasan Tanah Desa atau Tado Melayu, Jumat, 15 Mei 2026.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyaluran bibit, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas petani melalui edukasi budidaya dan pengelolaan kopi robusta agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, mengatakan pengembangan komoditas kopi menjadi salah satu strategi daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui sektor perkebunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kopi memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara serius mulai dari penanaman hingga pemasaran hasil produksi.

“Kopi memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara serius dan berkelanjutan. Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga mampu mengembangkan kualitas dan pemasaran hasil produksinya,” ujar Subandrio.

Subandrio, menilai keberhasilan pengembangan kopi lokal membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, hingga pihak swasta agar program berjalan optimal dan berkesinambungan.

Halaman:
1 2