Kapuas7.Net, Pontianak, Kalbar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis analisis dan prospek cuaca untuk wilayah Kalimantan Barat per 9 April 2026 pukul 17.00 WIB.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam laporan tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada periode 10 hingga 16 April 2026.

Selain itu, potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diperkirakan meningkat, khususnya pada 10 dan 12 April 2026.

23 Titik Panas Terpantau

Berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 16.00 WIB, terdeteksi sebanyak 23 titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dengan tingkat kepercayaan menengah.

Sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Landak dengan enam titik, disusul Sambas dan Ketapang masing-masing empat titik.

Sementara itu, Sanggau dan Bengkayang masing-masing mencatat tiga titik, Sekadau dua titik, serta Mempawah satu titik.

BMKG menjelaskan, deteksi titik panas dilakukan menggunakan sensor satelit VIIRS dan MODIS yang mampu mengidentifikasi anomali suhu permukaan, baik siang maupun malam hari.

Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi karhutla, meskipun belum berada pada kategori tingkat kepercayaan tinggi.

Hujan Ringan Dominasi Wilayah

Dari sisi curah hujan, analisis berbasis data GSMaP menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir sebagian besar wilayah Kalimantan Barat mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Wilayah yang terdampak meliputi Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Landak, Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, Melawi hingga Kapuas Hulu, dengan kisaran curah hujan 0–20 mm per hari.

Tidak ditemukan indikasi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem dalam periode pengamatan tersebut.

Potensi Awan Konvektif dan Cuaca Ekstrem Lokal

Citra satelit Himawari-9 pada pukul 16.30 WIB menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Kondisi ini berpotensi memicu terbentuknya awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan disertai petir dan angin kencang secara lokal.

Jarak Pandang dan Angin Relatif Stabil

BMKG mencatat jarak pandang di sebagian besar wilayah berada di atas 1.000 meter.

Namun, penurunan visibilitas sempat terjadi di Kabupaten Melawi akibat kabut pada pagi hari, sebelum kembali membaik pada siang hingga sore.

Sementara itu, angin pada ketinggian 3.000 kaki umumnya bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar 9 knot, yang turut memengaruhi distribusi awan hujan di wilayah ini.

Kualitas Udara Masih Aman

Dari aspek kualitas udara, kondisi di Kalimantan Barat secara umum berada pada kategori baik hingga sedang.

Pengukuran partikulat PM2.5 menunjukkan kualitas udara di Sintang dan Kubu Raya berada dalam kategori baik, sedangkan Mempawah berada pada kategori sedang.

Imbauan BMKG

BMKG menegaskan bahwa meskipun pola cuaca masih didominasi kondisi basah, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di sejumlah wilayah.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Secara keseluruhan, dinamika cuaca di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan diperkirakan tetap fluktuatif, dengan kombinasi potensi hujan dan kemunculan titik panas yang perlu diwaspadai.