Kapuas7.Net, Sintang, Kalbar – Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang menggelar program pengabdian kepada masyarakat melalui Hibah RisetMu Batch IX Tahun 2025, dengan fokus pemberdayaan kewirausahaan berbasis produk ramah lingkungan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, bekerja sama dengan Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Sintang di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Program tersebut menitikberatkan pada peningkatan kapasitas perempuan muda dalam mengembangkan green product melalui pelatihan pembuatan sabun eco-enzyme dengan varian calendula, charcoal, dan daun kelor.

Ketua tim pengabdian, Wulan Purnama Sari, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mitra, baik dari sisi produksi hingga pemasaran.

“Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kewirausahaan berbasis keberlanjutan yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Metode Praktik Langsung Tingkatkan Keterampilan

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode demonstrasi dan praktik langsung. Peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan produksi sehingga memperoleh pengalaman aplikatif.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan peserta mencapai 83 persen, sementara pengetahuan terkait green product meningkat hingga 87 persen.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan efektivitas metode pelatihan berbasis praktik dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Diperkuat Sistem Produksi dan Digital Marketing

Selain pelatihan produksi, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam penyusunan sistem produksi, mulai dari penjadwalan, pencatatan bahan baku, hingga pembagian tugas.

Tidak hanya itu, pelatihan digital marketing turut diberikan secara langsung, meliputi pembuatan akun media sosial usaha, penyusunan konten promosi, serta strategi pemasaran melalui platform digital.

Wakil Ketua Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Sintang, Dian Indahwati Hapsari, menyampaikan apresiasi atas program tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam praktik pembuatan sabun eco-enzyme dan pelatihan digital marketing. Ini menambah pengalaman berwirausaha bagi anggota,” ungkapnya.

Libatkan Mahasiswa dan Dosen

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator teknis dan pendamping lapangan, sementara tim dosen bertindak sebagai perancang dan evaluator program.

Keterlibatan ini sekaligus mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.

Dorong Kemandirian dan Ekonomi Berkelanjutan

Melalui program ini, diharapkan anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Sintang mampu mengembangkan usaha berbasis green entrepreneurship secara berkelanjutan.

Selain itu, komunitas perempuan diharapkan menjadi lebih mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Ke depan, program akan difokuskan pada peningkatan kualitas produk, inovasi varian, serta optimalisasi strategi pemasaran digital guna memperluas daya saing di pasar.***