Kapuas7.Net , Mempawah – Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai, Brigjen TNI Purnomosidi, menghadiri pembukaan Festival Sahur-Sahur 2026 yang digelar di halaman Kantor Disdikporapar Mempawah, Sabtu (28/2/2026). Kehadiran Danrem menjadi bentuk dukungan TNI terhadap pelestarian budaya dan penguatan kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat.
Festival tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Turut hadir perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diwakili oleh Asisten Deputi Event Daerah, Reza Fahlevi.
Masuk Kalender Karisma Event Nusantara 2026
Festival Sahur-Sahur 2026 kembali masuk dalam kalender event tahunan Provinsi Kalimantan Barat. Bahkan, kegiatan ini resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata RI.
Sebanyak 100 tim peserta ambil bagian dalam pembukaan festival yang berlangsung meriah. Tradisi Sahur-Sahur sendiri merupakan budaya turun-temurun masyarakat Mempawah dalam membangunkan warga untuk santap sahur melalui tabuhan alat musik dan atraksi kreatif.
Simbol Harmoni dan Kebersamaan
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama tokoh adat, budaya, dan agama dalam menjaga warisan tradisi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Festival Sahur-Sahur bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan wadah ekspresi budaya yang memperkuat identitas daerah. Tahun ini, festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan, yang mencerminkan harmoni antar-etnis di Kalimantan Barat.
Danrem 121/Abw Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan
Pada kesempatan tersebut, Danrem 121/Abw menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan semangat nasionalisme dan kebersamaan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan kunci terciptanya suasana yang aman dan kondusif.
“TNI akan selalu hadir untuk mendukung kegiatan positif masyarakat. Kolaborasi yang baik akan memperkuat stabilitas serta menjaga persatuan,” ujarnya.
Dorong Pelestarian Budaya dan Dampak Ekonomi
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, Festival Sahur-Sahur diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan potensi ekonomi daerah. Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi wisata yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata lokal.
Festival Sahur-Sahur 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 7 Maret 2026 dan diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar daerah.








