Kapuas7.Net, Sumedang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga membawa dampak positif bagi peternak sapi lokal.
Salah satunya adalah Sandi Andriana, peternak sapi perah asal Sumedang, Jawa Barat, yang menyuplai susu untuk kebutuhan program MBG di Kota Cimahi.
Sandi menyatakan rasa bangganya karena susu yang diproduksinya kini terserap secara rutin melalui kerja sama antara peternakan dan Koperasi Jagri yang menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Cimahi.
“Perasaannya tentu senang. Saya bisa ikut serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia lewat pemberian susu bergizi. Ini kebanggaan tersendiri,” ujar Sandi kepada wartawan di Peternakan Nusa Dairy Indonesia, Jatinangor, Jumat (18/8).
Susu Lokal Terserap, Harga Naik, Peternak Diuntungkan
Menurut Sandi, sejak program Makan Bergizi Gratis berjalan di wilayahnya, permintaan susu meningkat dan harga jual pun mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya harga susu hanya Rp7.000 per liter, kini meningkat menjadi Rp10.000 per liter.
“Secara otomatis ini memberi nilai tambah. Dulu banyak teman seangkatan saya kerja di kantor, tapi saya bangga tetap jadi peternak karena bisa berkontribusi langsung untuk program nasional,” ucap lulusan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran itu.
Saat ini, Sandi bekerja bersama dua orang peternak lain yang sebelumnya merupakan petani serabutan.
Kini mereka memiliki penghasilan tetap dan pekerjaan yang jelas. Dengan meningkatnya permintaan susu, Sandi berharap jumlah tenaga kerja lokal bisa bertambah seiring peningkatan populasi sapi perah.
Kebutuhan Susu Tinggi, Peluang Peternak Lokal Makin Besar
SPPG Kota Cimahi saat ini melayani 3.500 siswa penerima manfaat MBG. Dalam sepekan, program ini membagikan susu tiga kali dengan kebutuhan sekitar 370 liter per hari.
Namun, saat ini kapasitas produksi susu dari peternak lokal baru mencapai 150 liter per hari.
“Melihat peluang ini, kami berencana menambah populasi sapi agar bisa memenuhi kebutuhan koperasi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah,” jelas Sandi.








