Senada dengan hal itu, Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, menyebut warga perbatasan adalah garda terdepan NKRI yang sangat layak mendapat perhatian dan hiburan berkualitas.
“Masyarakat di sini adalah benteng pertama pertahanan negara. Melalui momen ini, kami ingin mempererat ikatan emosional antara TNI dan rakyat agar semakin solid,” kata Letkol Inf Dwiyanto Kusumo.
Momen kebersamaan langsung terasa hangat saat aroma masakan mulai merebak, di mana para tentara, relawan, dan warga lokal saling bahu-membahu menyiapkan bahan makanan sejak pagi buta.
Sementara itu, Bobon Santoso mengaku sangat bangga bisa menginjakkan kaki di PLBN Aruk dan memasak langsung bersama para prajurit penjaga perbatasan negara.
“Energi warga di perbatasan ini luar biasa sekali! Masak besar kali ini terasa sangat spesial karena kami memasak dengan bumbu kebersamaan dan semangat nasionalisme yang menyala-nyala,” ungkap Bobon dengan gaya khasnya yang penuh semangat.
Melalui kemeriahan Masak Besar Kuali Merah Putih di PLBN Aruk ini, TNI berharap ikatan emosional dengan masyarakat perbatasan semakin kokoh dalam menjaga kedaulatan NKRI.***








