Memasuki 5 hingga 7 Juni 2026, area yang berpotensi mengalami kemudahan terjadinya karhutla diperkirakan meluas hingga mencakup sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, termasuk kawasan pesisir utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kualitas Udara dan Jarak Pandang Relatif Baik

BMKG mencatat kualitas udara di Kalimantan Barat secara umum masih berada pada kategori baik hingga sedang.

Di Jongkat, Kabupaten Mempawah, konsentrasi PM2.5 rata-rata harian tercatat 26,8 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sedang.

Sementara di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kualitas udara berada pada kategori baik dengan rata-rata PM2.5 sebesar 21,3 mikrogram per meter kubik.

Kondisi terbaik tercatat di Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, dengan rata-rata PM2.5 sebesar 4,9 mikrogram per meter kubik yang masuk kategori baik.

Untuk jarak pandang, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat tercatat berada di atas lima kilometer.

Namun, penurunan jarak pandang antara satu hingga lima kilometer sempat terdeteksi pada dini hari hingga pagi hari di wilayah Melawi, Kapuas Hulu, Kubu Raya dan Tebelian.

Imbauan BMKG Kalbar

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang diprediksi memasuki kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Selain itu, warga di wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang diminta tetap waspada terhadap genangan air, banjir lokal, maupun gangguan aktivitas akibat cuaca.

Halaman:
1 2 3 4