
“Kami tidak pernah terlambat membayar tagihan. Mengapa saat pelayanan terganggu sampai berhari-hari, kami yang harus menanggung kesulitan? Air adalah kebutuhan dasar masyarakat,” ujar seorang pelanggan.
Di tengah berbagai keluhan tersebut, muncul pula kritik keras dari sebagian warga yang mempertanyakan tata kelola perusahaan daerah tersebut. Bahkan ada warga yang secara terbuka meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap PDAM Sekadau guna memastikan tidak adanya praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“Kalau kondisi seperti ini terus berulang, sudah sewajarnya dilakukan audit independen. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana pengelolaan perusahaan ini,” kata seorang warga.
Tim media telah berupaya menghubungi pihak PDAM Sekadau untuk meminta klarifikasi terkait gangguan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut. Dari hasil konfirmasi yang diterima, pihak PDAM menyampaikan bahwa saat ini sedang terjadi kerusakan pada sistem sehingga pelayanan belum dapat berjalan normal dan meminta masyarakat untuk memaklumi kondisi tersebut.
Meski demikian, jawaban tersebut belum mampu meredam pertanyaan masyarakat. Warga menilai penjelasan mengenai “kerusakan seperti biasa” justru menimbulkan pertanyaan baru terkait kesiapan perusahaan dalam melakukan mitigasi risiko dan penanganan darurat ketika gangguan terjadi.








