Ia meminta agar setiap langkah taktis yang diambil tetap memprioritaskan keselamatan semua pihak, baik dari unsur aparat maupun masyarakat yang hadir.
“Kita harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pastikan setiap langkah yang diambil tetap mengedepankan keselamatan semua pihak,” lanjut pimpinan Polres Sintang tersebut.
Sinergi antar instansi menjadi poin krusial yang ditekan oleh Kapolres dalam pelaksanaan operasi pengamanan dengan skala massa yang cukup besar ini.
Sanny menyebutkan bahwa koordinasi yang baik antara Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya adalah kunci utama keberhasilan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Sinergi antar personel Polri, TNI, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Jaga komunikasi dan hindari tindakan yang dapat memicu eskalasi situasi,” pesannya kepada seluruh pasukan.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga terus menjalin komunikasi dengan koordinator massa agar aspirasi disampaikan dengan cara yang santun dan tidak anarkis.
Imbauan untuk menjaga ketertiban umum terus disuarakan agar aksi penyampaian pendapat tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya di Kota Sintang.
Berkat kerja sama yang baik antara aparat keamanan dan peserta aksi, seluruh rangkaian sidang putusan praperadilan tersebut berakhir dengan suasana yang sangat kondusif.
Massa aksi membubarkan diri secara teratur dan damai setelah mendengarkan hasil putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Sintang.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Sintang dalam menjamin hak masyarakat untuk bersuara sambil tetap menjaga stabilitas keamanan daerah.***








