“Inovasi terbaik lahir dari partisipasi masyarakat. CITCOM CONNEXT 2025 diharapkan menjadi katalis kolaborasi nyata,” ujarnya.
Waspadai Potensi Risiko Data dan Regulasi
Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso, mengingatkan bahwa ekspor teknologi AI ke luar negeri dapat membahayakan keamanan data nasional.
Dia mencontohkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan atau pertanian perlu dijaga agar tidak dimanfaatkan pihak asing secara tidak bijak.
Senada, praktisi AI Sabrang dari Symbolic.id menyoroti bahwa pekerjaan sederhana lebih cepat tergantikan oleh AI.
“Namun pekerjaan kompleks seperti manajer atau CEO pun kini mulai terancam dengan kemajuan AI,” jelasnya.
AI Tingkatkan Performa Olahraga
CEO Persib Bandung, Adhitia Herawan, mengungkapkan bagaimana AI telah digunakan untuk analisa pertandingan secara real-time.
Teknologi ini membantu tim menentukan strategi permainan hingga performa tiap pemain.
Dukungan Investasi dan Penyesuaian Regulasi
Martyn Terpilowski, investor teknologi, menekankan pentingnya deregulasi agar Indonesia menarik minat investor asing, seperti halnya Vietnam.
“Kepastian regulasi adalah kunci agar industri AI berkembang dan bertahan lintas generasi,” ujarnya.
CITCOM CONNEXT 2025 membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sangat vital dalam mendorong adopsi AI di Indonesia.
Dengan kesiapan infrastruktur, regulasi, dan literasi digital, Indonesia siap menuju masa depan yang terdigitalisasi dan inklusif.***








